KONSERVASI FLORA FAUNA LERENG SELATAN GUNUNG SLAMET

Gunung Slamet memiliki ciri khas tersendiri dari Gunung lain yang ada di Jawa Tengah, salah satunya yaitu Flora Faunanya. Banyak tumbuhan dan hewan yang hidup di hutan Gunung Slamet dengan jenis Family dan Spesies yang bermacam-macam. Sebagai wujud penyelamatan dalam Konservasi Sumberdaya Alam, UPL MPA UNSOED melaksanakan praktek Konservasi berupa Analisis Vegetasi, Herbarium, dan Plester cast di Lereng Selatan Gunung Slamet. UPL merupakan Organisasi yang bergerak di bidang Kepecintaalaman, sudah menjadi kewajiban untuk senantiasa ikut menjaga keseimbangan yang ada di alam ciptaan Tuhan ini.

Analisis Vegetasi Metode Petak

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 17 Nopember 2012 dengan 4 anggota UPL MPA UNSOED, yaitu Nor Annisa Sugandi ( Fakultas Biologi ), Sigit Puji Jatmiko ( Fakultas Sains dan Teknik ), Dimas Nugroho Wicaksono ( Fakultas Ekonomi ), dan Novalia Nawangsari ( Fakultas Pertanian ). Analisis vegetasi dilakukan dengan 2 metode yaitu metode Kuadran dan metode Petak. Hal ini bertujuan untuk mengetahui kerapatan jenis, frekuensi, dan dominasi suatu jenis tanaman. Metode Kuadran dilakukan dengan cara pembagian kuadran dengan 1 titik pusat, dan selanjutnya dilakukan pengamatan vegetasi tiap kuadran. Metode ini lebih praktis karena tidak membutuhkan banyak waktu dan koreksi lebih detail. Metode petak dilakukan dengan cara pembuatan petak 20 m x 20 m untuk mengetahui variasi Pohon ( D > 20 cm ). Petak 10 m x 10 m untuk mengetahui variasi tiang ( D 7 cm – 20 cm ). Petak 5 m x 5 m untuk mengetahui variasi pancang ( tinggi > 1,5 m dan D < 7 cm ). Petak 2 m x 2 m untuk mengetahui variasi semai ( tinggi < 1,5 m ).

Herbarium sebagai pengawetan bagian tanaman untuk dianalisis lebih lanjut

Dalam Analisis vegetasi terkadang tidak langsung mengetahui jenis suatu tanaman yang ditemukan, oleh karena itu dilakukannya pengawetan bagian tanaman untuk dianalisis lebih lanjut biasa dikenal dengan teknik Herbarium. Teknik ini dilakukan dengan mengoleskan cairan alcohol secara merata ke seluruh bagian tanaman, guna mematikan bakteri pembusuk.

Plester cast sebagai pengawetan jejak kaki hewan yang belum teridentifikasi

Sama halnya dengan tumbuhan, pengamatan hewan dapat dilakukan dengan pengamatan secara langsung dan tidak langsung. Pengamatan tidak langsung berupa pengamatan jejak kaki hewan yang ditinggalkan, biasanya terdapat di kubangan, dekat sungai tempat mereka minum atau mencari makan. Teknik ini dilakukan dengan cara mencetak jejak kaki hewan dengan larutan Gipsum. Larutan ini dituangkan kedalam jejak kaki hewan yang sebelumnya telah dibersihkan dan dipagari dengan ranting pohon agar larutan tidak menyebar terlalu lebar. Setelah kering cetakan kaki hewan dapat diangkat dan selanjutnya dapat dianalisis.

Praktek selesai dan kami menyempatkan beristirahat sejenak di pancuran 7 yang tidak jauh dari lokasi kami praktek. Menikmati alam dengan tidak melupakan hakekatnya merupakan wujud peran aktif dari penggiat alam. Semoga kita termasuk orang-orang yang peduli terhadap pelestarian alam.( Sigit P.J/363 )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s